Marak Pencurian ECU Mobil di Rantauprapat, Warga Resah: Kerugian Capai Jutaan Rupiah

Bagikan Berita

 

Labuhanbatu | Liputanresolusi com

Aksi pencurian Electronic Control Unit (ECU) mobil dilaporkan semakin marak terjadi di wilayah Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu. Kejahatan ini dinilai meresahkan masyarakat karena menyasar komponen vital kendaraan dengan nilai jual yang tinggi dan relatif mudah dicuri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, harga ECU mobil di pasaran gelap tergolong mahal, berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per unit. Kondisi ini diduga menjadi alasan utama maraknya aksi pencurian, karena pelaku hanya membutuhkan waktu singkat untuk membobol pintu mobil dan merusak dashboard demi mengambil ECU.(9/1/2026).

Akibat aksi tersebut, para korban mengalami kerugian materi yang tidak sedikit, sekaligus terganggunya aktivitas sehari-hari, terutama bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari kendaraan mereka.

Salah satu korban, Madan (48), warga Rantauprapat, mengaku terkejut saat hendak berangkat bekerja. Pintu mobil Daihatsu Grand Max miliknya diketahui telah dibobol orang tak dikenal, sementara ECU mobil telah raib digondol pencuri.
“Saat mau berangkat kerja, saya kaget lihat pintu mobil sudah rusak. Setelah dicek, ECU sudah hilang. Ditaksir kerugian hampir Rp5 juta,” ujar Madan, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, peristiwa tersebut sangat mengganggu aktivitasnya, karena kendaraan tersebut digunakan setiap hari untuk mengangkut barang dagangan. Tanpa ECU, mobil tidak dapat dioperasikan sama sekali.
“Mobil ini tulang punggung saya untuk bekerja. Kalau rusak begini, otomatis penghasilan ikut terganggu,” keluhnya.

Warga pun meminta Aparat Penegak Hukum (APH) agar lebih meningkatkan pengawasan dan patroli, khususnya di kawasan pemukiman dan titik-titik rawan pencurian. Masyarakat berharap pelaku dapat segera diungkap demi memberikan rasa aman.

Selain itu, warga juga diimbau agar lebih berhati-hati dengan meningkatkan sistem keamanan kendaraan, seperti memasang kunci tambahan, alarm, atau memarkir kendaraan di tempat yang lebih aman.

Maraknya kasus pencurian ECU ini menimbulkan kesan bahwa wilayah Labuhanbatu, khususnya Rantauprapat, mulai rawan tindak kriminal. Warga berharap pihak berwenang segera mengambil langkah tegas agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga.
(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page