Labuhanbatu | Liputanresolusi.com
Labuhanbatu bukanlah daerah kecil. Kabupaten ini memiliki sejarah panjang, besar, dan penuh semangat perjuangan. Meski secara resmi ditetapkan sebagai kabupaten pada 24 November 1956, pemerintahan Labuhanbatu sejatinya telah terbentuk sejak 17 Oktober 1945. Artinya, semangat membangun daerah ini telah tumbuh bahkan sejak awal kemerdekaan Indonesia.
Semangat itu lahir dari keberanian, kecintaan terhadap daerah, serta tekad masyarakat untuk mandiri dan maju bersama.
Sekretaris DPD Partai Gema Bangsa Labuhanbatu, Fikri Ihsan, mengatakan bahwa kehadiran Partai Gema Bangsa di Labuhanbatu bukan sekadar menambah jumlah partai politik, melainkan ingin menghidupkan kembali semangat perjuangan masyarakat terdahulu.
“Kami ingin mengajak masyarakat kembali percaya bahwa daerah ini bisa maju jika rakyatnya mandiri dan mau bergerak bersama,” ujar Fikri.
Menurutnya, masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Lapangan pekerjaan terbatas, pelaku usaha kecil sering kekurangan dukungan, harga kebutuhan pokok terus meningkat, sementara banyak anak muda kehilangan ruang dan harapan untuk berkembang.
Karena itu, Partai Gema Bangsa ingin hadir sebagai rumah perjuangan bagi masyarakat kecil dan kalangan yang membutuhkan perhatian.
“Kita harus mulai menghidupkan kembali semangat kemandirian. Mandiri dalam berpikir, mandiri dalam bekerja, dan mandiri dalam membangun masyarakat. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton di daerah kita sendiri,” katanya.
Fikri mengakui bahwa membangun kemandirian bukan pekerjaan mudah. Namun, ia meyakini masih banyak masyarakat Labuhanbatu yang memiliki semangat juang dan keinginan besar untuk melihat daerahnya lebih maju.
“Mungkin selama ini mereka belum memiliki wadah. Inilah saatnya Partai Gema Bangsa menjadi tempat berkumpulnya semangat itu,” tambahnya.
Partai Gema Bangsa menilai pembangunan daerah tidak boleh hanya bergantung pada bantuan sesaat. Masyarakat harus diberi kesempatan, dukungan, dan fasilitas agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Karena itu, Partai Gema Bangsa mendorong lahirnya program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat, antara lain:
pembentukan koperasi desa dan koperasi pemuda,
bantuan serta pelatihan UMKM,
pembinaan petani dan pedagang kecil,
pelatihan kerja bagi generasi muda,
penyediaan ruang kreatif dan peluang usaha untuk anak muda,
serta program ekonomi berbasis gotong royong masyarakat.
Menurut Fikri, semangat tersebut sejalan dengan visi kemandirian bangsa dan program pemberdayaan masyarakat yang tengah didorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Labuhanbatu sendiri dinilai memiliki potensi besar, mulai dari sektor perkebunan, perdagangan, hingga kekuatan generasi mudanya. Jika dikelola dengan baik dan didukung kebijakan yang berpihak kepada rakyat, Labuhanbatu diyakini mampu menjadi daerah yang lebih maju dan mandiri.
Partai Gema Bangsa berharap dapat memperoleh kepercayaan masyarakat agar mampu hadir di DPRD dan memperjuangkan program-program yang benar-benar dibutuhkan rakyat.
“Kami ingin politik kembali menjadi alat perjuangan rakyat, bukan sekadar perebutan kekuasaan,” tegas Fikri.
Fikri juga menjelaskan sejumlah nilai yang menjadi ciri khas Partai Gema Bangsa:
Daerah Harus Punya Suara
Partai Gema Bangsa percaya bahwa daerah harus diberi ruang untuk menentukan masa depannya sendiri. Pengurus daerah harus memiliki kebebasan memperjuangkan kebutuhan masyarakat tanpa terlalu bergantung pada keputusan pusat.
Menolak Politik Transaksi
Partai Gema Bangsa ingin membangun politik yang bersih, terbuka, dan dekat dengan rakyat, bukan politik yang hanya hadir saat pemilu atau sekadar mencari keuntungan.
Kemandirian dari Rakyat untuk Bangsa
Bagi Partai Gema Bangsa, bangsa yang kuat lahir dari rakyat yang mandiri. Ketika masyarakat kuat secara ekonomi dan sosial, maka bangsa juga akan menjadi kuat.
Mendukung Pemerintahan yang Tegas
Partai Gema Bangsa mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya memberantas korupsi dan membangun pemerintahan yang tegas serta berpihak kepada rakyat.
Menutup pernyataannya, Fikri menegaskan bahwa Partai Gema Bangsa tidak hadir sebagai “superhero”, melainkan sebagai teman perjuangan masyarakat.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami ingin bergandeng tangan dengan masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang ingin melihat Labuhanbatu menjadi lebih baik.”
“Kalau rakyat bergerak bersama, kami yakin Labuhanbatu bisa menjadi daerah yang maju, kuat, dan bermartabat.”
(Red/tim)