Liputanresolusi.com | Labuhanbatu
Keberadaan tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mengaku resah dengan menjamurnya THM di Kota Rantauprapat, yang dinilai kerap menimbulkan berbagai persoalan sosial dan kriminalitas.
Sejumlah kasus yang pernah terjadi di kawasan THM di antaranya ditemukannya ratusan butir narkotika, penangkapan bandar narkoba, kasus pemukulan dan penganiayaan, hingga beberapa peristiwa kematian yang dinilai tidak wajar.
Padahal sebelumnya, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum telah beberapa kali memberikan imbauan kepada pengelola THM. Bahkan pihak Polres Labuhanbatu juga mengingatkan agar tempat hiburan malam tidak beroperasi selama bulan Ramadhan.
Namun berdasarkan informasi di lapangan, diduga masih ada sejumlah THM yang tetap beroperasi.
Informasi tersebut diperoleh dari salah satu sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, sebut saja Mr. X. Ia mengaku sengaja merekam aktivitas di kawasan THM pada bulan Ramadhan.
Menurutnya, beberapa tempat hiburan malam masih terlihat buka di sekitar Jalan Ringroad (Jalan Baru), Kelurahan Lobusona, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, pada Sabtu (09/03/2026).
Di kesempatan terpisah, awak media juga mengonfirmasi salah satu aktivis mahasiswa, Idris Siregar, saat ditemui di sebuah warung kopi di Kota Rantauprapat. Diketahui Idris bersama sejumlah aktivis lainnya turut menyuarakan penolakan terhadap keberadaan THM di Kabupaten Labuhanbatu.
Saat ditanya mengenai organisasi mana saja yang telah menyatakan sikap menolak keberadaan THM yang dinilai melanggar aturan, Idris menjelaskan bahwa saat ini sudah ada beberapa organisasi yang siap bergerak bersama.
“Sampai saat ini yang sudah terkonfirmasi menyatakan sikap menolak keberadaan THM dan aktivitas peredaran narkoba antara lain BKPRMI, JPRMI, GMNI, KAMMI, HIMMAH, KUPAZ, DAIH, IPEPMA, FKP-KDKMP, Pemuda Pesisir, dan beberapa organisasi lainnya yang saat ini masih dalam tahap konsolidasi,” jelas Idris.
Terkait langkah yang akan dilakukan ke depan, Idris menyebutkan bahwa saat ini para aktivis dan organisasi masyarakat masih melakukan konsolidasi untuk menentukan bentuk gerakan yang akan dilakukan.
“Kami masih dalam tahap konsolidasi. Dalam waktu dekat kemungkinan akan ada pernyataan sikap bersama terkait persoalan ini,” tutupnya.
(TAK)