Kolumbarium Megah Senilai Rp5 Miliar Mulai Dibangun, Jadi Fasilitas Baru Umat Buddha di Labuhanbatu

Bagikan Berita

 

Labuhanbatu I Liputanresolusi.com

Umat Buddha di Kabupaten Labuhanbatu segera memiliki kolumbarium baru yang lebih modern dan representatif. Pembangunan fasilitas penyimpanan abu jenazah dan papan nama tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di kompleks Vihara Avalokitesvara Rantauprapat.

 

Kolumbarium yang dirancang setinggi tiga lantai itu diperkirakan membutuhkan anggaran pembangunan mencapai Rp4,5 miliar hingga Rp5 miliar. Bangunan ini hadir untuk menjawab kebutuhan umat seiring semakin terbatasnya kapasitas kolumbarium yang telah ada selama hampir dua dekade terakhir.

 

Ketua PC Indonesia Tionghoa (INTI) Labuhanbatu yang juga Ketua Umum Yayasan Sosial Budi Agung, DR (HC) Sujian atau Acan, mengatakan fasilitas serupa sebelumnya telah dibangun pada tahun 2006 dan selesai pada 2007. Namun, seiring bertambahnya jumlah abu jenazah yang disimpan, kapasitas bangunan lama kini sudah tidak mencukupi.

 

“Mayoritas umat Buddha yang meninggal dunia dikremasi, sehingga kebutuhan tempat penyimpanan abu jenazah terus meningkat. Karena itu, pembangunan kolumbarium baru ini menjadi sangat penting,” ujar Acan.

 

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan wujud kebersamaan umat dalam menyediakan fasilitas yang layak dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Ia berharap masyarakat, khususnya umat Buddha, dapat memberikan dukungan sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai target.

 

“Ini adalah fasilitas dari umat untuk umat. Kami berharap seluruh pihak dapat ikut mendukung agar bangunan ini dapat selesai dengan baik. Kita ingin memiliki fasilitas yang membanggakan dan tidak kalah dengan daerah lain,” katanya.

 

Acan juga mengungkapkan rasa syukur karena kolumbarium yang akan dibangun mengusung konsep modern dengan desain yang megah. Selain memiliki tiga lantai, bangunan tersebut akan dilengkapi lift untuk memudahkan akses bagi lansia dan pengunjung.

 

“Kami memikirkan kenyamanan seluruh pengunjung, terutama orang tua yang mungkin kesulitan menggunakan tangga. Karena itu, bangunan ini nantinya dilengkapi lift,” jelasnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Kolumbarium Vihara Avalokitesvara, Ir. Johny, SE, DipCIM, menyampaikan bahwa pembangunan kolumbarium diperkirakan menelan biaya hingga Rp5 miliar. Besarnya anggaran dipengaruhi oleh kenaikan harga material bangunan yang masih belum stabil.

 

Ia menjelaskan, bangunan akan berdiri dengan ukuran sekitar 15 x 30 meter dan terdiri dari tiga lantai yang dirancang untuk menampung kebutuhan umat dalam jangka panjang.

 

“Dengan kondisi harga material saat ini, estimasi biaya pembangunan mencapai sekitar Rp5 miliar. Kami berharap dukungan para donatur dan masyarakat sehingga pembangunan dapat terlaksana sesuai rencana,” ujarnya.

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page