Borussia Dortmund Gunakan Lagu “Siti Mawarni”, Karya Putra Labuhanbatu Menggema hingga Mancanegara

Bagikan Berita

 

Liputanresolusi.com | Labuhanbatu

 

Nama Labuhanbatu kembali mencuri perhatian. Kali ini, karya anak daerah berhasil menembus panggung internasional setelah akun resmi Instagram klub sepak bola raksasa Jerman, Borussia Dortmund, memposting sebuah video dengan backsound lagu “Siti Mawarni” aransemen Amin Wahyudi Harahap.

 

Lagu yang diaransemen oleh putra daerah asal Labuhanbatu tersebut sebelumnya dikenal luas karena lirik dan nuansanya yang menyuarakan keresahan masyarakat Sumatera Utara, khususnya Labuhanbatu dan kondisi sosial yang dirasakan masyarakat setempat. Tidak disangka, karya itu kini terdengar hingga ke dunia internasional melalui media sosial klub besar Eropa.

 

Amin mengaku terkejut saat pertama kali mengetahui lagunya digunakan oleh akun resmi klub berjuluk Die Borussen tersebut.

 

“Saya baru lihat dan sangat terkejut. Kok bisa official resmi klub besar seperti Dortmund mengambil lagu aransemen yang saya buat,” ujar Amin.

 

Fenomena ini menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi Amin secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat Sumatera Utara. Sebab, melalui musik daerah dan bahasa Indonesia, nama daerah kini ikut dikenal oleh publik dunia.

 

Saat ditanya mengenai perasaannya, Amin mengaku sangat bangga karena karya berbahasa Indonesia dapat didengarkan lintas negara.

 

“Saya sangat bangga. Bahasa Indonesia didengarkan di seluruh dunia,” katanya.

 

Peristiwa ini menunjukkan bahwa karya anak daerah memiliki kekuatan besar untuk menembus batas negara. Dari sebuah daerah di pesisir Labuhanbatu, musik lokal mampu menarik perhatian klub sepak bola kelas dunia dan didengar jutaan penggemar internasional.

 

Banyak masyarakat menilai momen ini sebagai bukti bahwa kreativitas generasi muda daerah tidak boleh dipandang sebelah mata. Dengan sentuhan aransemen yang khas dan penuh makna sosial, karya Amin berhasil membawa nama Labuhanbatu dan Indonesia semakin dikenal di mata dunia.

TAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page