Nyonya Luluk Williams Latih Ibu PKK Membuat Tempe, Wabup Asahan Apresiasi Kepedulian Socfindo

Bagikan Berita

 

Asahan I Liputanresolusi.com

Nyonya Principal Director PT Socfin Indonesia (Socfindo), Luluk Williams, memberikan pelatihan pembuatan tempe kepada ibu-ibu PKK dari Desa Ledong Timur dan Desa Aek Korsik. Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Lapangan Tenis Aek Loba, Kabupaten Asahan, Jumat (9/5/2026).

 

Pelatihan diawali dengan pemaparan mengenai proses pembuatan tempe yang higienis dan bernilai gizi tinggi, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung bersama peserta.

 

Dalam kegiatan itu, Luluk Williams didampingi Ny. Hartaty Tarigan selaku Ny. General Manager, Ny. Indun Mindiarna sebagai Ny. Kabag Umum, dr. Michael Tamalate selaku dokter perusahaan, Ny. Indah Setyowati selaku Ny. Group Manager III, Group Manager III H. Irwan Saban, Pengurus Aek Loba Fakhry Zein, para asisten kepala (Askep), serta karyawan perusahaan.

 

Turut hadir Wakil Bupati Asahan Rianto, Camat Aek Kuasan Saiful Anwar, Camat Aek Ledong Ade Helmi, Kepala Desa Ledong Timur, Kepala Desa Aek Korsik, serta peserta pelatihan.

 

Wakil Bupati Asahan Rianto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Socfindo yang dinilai terus berupaya memberikan edukasi positif kepada masyarakat sekitar perusahaan.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada Socfindo karena telah mengedukasi masyarakat melalui kegiatan positif seperti pelatihan pembuatan tempe higienis. Selama ini masyarakat sudah mengenal tempe, namun melalui pelatihan ini kualitas pengolahannya bisa lebih baik dan lebih sehat,” ujarnya.

 

Menurut Rianto, kegiatan tersebut diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain di Kabupaten Asahan agar turut membangun kemitraan dengan masyarakat sekitar sehingga manfaat perusahaan dapat dirasakan langsung oleh warga.

 

Ia juga menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong ibu-ibu PKK untuk mengembangkan berbagai produk olahan berbahan dasar tempe yang memiliki nilai ekonomi.

 

“Saya melihat banyak potensi makanan olahan dari tempe. Ini bisa menjadi peluang usaha bagi masyarakat,” katanya.

 

Rianto menambahkan, selama ini PT Socfindo dikenal sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat, baik melalui bantuan sosial maupun pembangunan infrastruktur.

 

“Saya sudah cukup lama mengenal Socfindo, baik pada masa pejabat terdahulu maupun sekarang. Socfindo merupakan perusahaan yang sangat peduli terhadap masyarakat sekitar,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Luluk Williams mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat desa dalam memproduksi tempe.

 

Menurutnya, produk tempe berpotensi menjadi pemasok kebutuhan program SPPG karena tempe dan tahu merupakan menu harian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

“Tujuan kegiatan ini adalah memberikan peluang dan keterampilan kepada masyarakat desa agar bisa memproduksi tempe sendiri dan nantinya dapat memasok kebutuhan SPPG. Ini peluang yang sangat baik karena tempe dan tahu merupakan menu harian program MBG,” ujarnya.

 

Ia menilai produksi tempe lokal dapat membantu masyarakat mengurangi biaya distribusi sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.

 

“Kalau diproduksi di desa sendiri tentu tidak perlu membeli dari tempat jauh, sehingga biaya transportasi bisa ditekan dan masyarakat juga mendapatkan tambahan penghasilan,” katanya.

 

Luluk juga mengaku kagum dengan kreativitas masyarakat di sekitar kebun Socfindo, khususnya dalam mengembangkan olahan tempe dan kelor yang dinilai kaya protein, terjangkau, dan memiliki cita rasa yang baik.

 

“Kami sudah berkeliling ke beberapa kebun dan melihat masyarakat di dua desa ini sangat kreatif. Ada produk tempe dan kelor yang kandungan proteinnya tinggi, harganya terjangkau, dan rasanya juga sangat enak,” ungkapnya.

 

Ia berharap ilmu yang diberikan dalam pelatihan tersebut dapat diterapkan langsung oleh masyarakat di desa masing-masing sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

 

“Saya berharap apa yang dibagikan hari ini bisa dipraktikkan dan dikembangkan di desa masing-masing,” tutupnya.

(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page